duhai yang maha pandai
pinjami hamba ilmu
bagai teleskop meneropong tinggi
menggapai debu galaksi
rendah hati diam di bumi
duhai yang maha hakim
pinjami hamba ilmu
bagai mikroskop teliti menyelidik
menguak misteri yang terbersit
agar tidak miopik
pertama tentu diri sendiri
duhai yang maha arif
pinjami hamba ilmu
bagai steteskop mendengar segala bisik
sebelum bagi sisukat yang sakit
tak lupa nurani di sini
duhai yang maha lathif
pinjamihamba ilmu
bagai maestro diksi estetik
mengembara di lembah pahit
untuk ditabur jadi bahasa arif
mungkin hakiki
pinjami hamba ilmu
bagai statistik menguak probabiliti
kuantitatif atau kualitatif
tak lupa tentu melihat realiti
untuk disandarkan pada pemberi signifikansi
pemilik yang maha pasti
engkaulah khalik
Puisi dari Majalah Kebudayaan Wolio (Buton) Molagi Edisi 08 Thn II Mei-Juni 2000, Shafar-Rabiul Awal 1421 H.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar